PENANGKAPAN PENYALAHGUNAAN OBAT TRIHEXYPHENIDYL

 img-20161013-wa0250img-20161013-wa0251

POLRES MAJALENGKA – Satfung Narkoba Polres Majalengka berhasil pengungkapan  perkara  tindak pidana penyalahgunaan sediaan farmasi / penyalahgunaan obat berbahaya, dengan  Tersangka J alias Deblu (26) swasta, alamat blok senen, desa balida, kec. Dawuan, Kab. Majalengka.

TKP penangkapan tersangka di blok jumat, desa balida, kec. Dawuan, kab. Majalengka. Pada hari  senin, 10 oktober 2016 sekira jam 20.00 wib. Mengamankan Barang Bukti 86 butir obat jenis pil trihexyphenidyl.

Kasat Narkoba AKP DARLI, S. Sos mengatakan Kronologis Kejadian Pada hari senin tanggal 10 oktober 2016. Sekitar jam 20.00 wib, di blok jumat, desa balida, kec. Dawuan, kab. Majalengka. Diduga telah terjadi tindak pidana penyalahgunaan sediaan farmasi / penyalahgunaan obat berbahaya jenis Pil trihexyphenidyl  yang diduga dilakukan oleh Tersangka J alias Deblu (26) Dengan cara telah tertangkap tangan kedapatan  menyimpan, serta mengedarkan tanpa keahlian Pil/ obat berbahaya jenis  trihexyphenidyl sebanyak  86 butir.

Tersangka J alias Deblu (26) mendapatkan obat/pil berbahaya tersebut di dapat dengan cara membeli dari seorang laki-laki biasa dipanggil kipli (dpo) yang berada di wilayah dawuan, dengan cara membeli langsung ada uang ada barang.

Dengan adanya kejadian tersebut tersangka berikut dengan barang bukti diamankan ke kantor Polres majalengka guna pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjunya tindak lanjut terhadap tersangka membuat LP dengan no. Lp/569-24/a/ix/2016/ jabar/ res mjl, tgl. 10 oktober 2016, mengamankan pelaku dan bb, Lengkapi mindik, Cek urin tersangka di labkesda, dan melakukan upaya proses pengembangan ke asal BB tersebut didapatkan.

Kasat Narkoba AKP DARLI, S. Sos. Menjelaskan, hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang salib merah. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan.

“Sebetulnya bukan seperti mabuk-mabukan tapi kalau dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis, obat itu bisa menimbulkan efek seperti penggunaan narkotika.”

“Akibat perbuatannya, tersangka peredaran obat keras ilegal dapat dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 miliar.” kata AKP DARLI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s